LogoDIGINATION LOGO

Elon Musk Menjual X ke Perusahaannya Sendiri, xAI, Seharga Rp547 Triliun

author Oleh Dini Adica Rabu, 2 April 2025 | 13:19 WIB
Share
Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, dikabarkan telah mengakuisisi platform media sosial X pada Kamis, 20 Maret lalu.
Share

Orang terkaya di dunia, Elon Musk, dikabarkan telah menjual platform media sosial X (sebelumnya Twitter) ke xAI dalam transaksi all-stock dengan valuasi $33 miliar, Kamis, 20 Maret 2025 lalu. Apa yang dilakukan Elon Musk itu seperti… orang yang menjual barang ke dirinya sendiri. Absurd, ya?

Namun kabar Elon Musk menjual X itu benar adanya. Langkah ini menambah babak baru dalam kisah kontroversial akuisisi Twitter oleh Musk yang dimulai sejak Oktober 2022.

Saat itu, Musk membeli Twitter dengan harga 41,8 miliar euro (sekitar Rp684 triliun), menjadikannya salah satu akuisisi teknologi paling mahal dalam sejarah.

Namun, kepemilikan Musk di platform ini langsung menuai kontroversi. Banyak yang mempertanyakan visinya, terutama setelah ia memberhentikan hampir 80% karyawan dengan alasan efisiensi finansial.

Baca juga: Bill Gates: Ini 3 Profesi yang akan Bertahan di Tengah Ancaman AI

Salah satu korban PHK massal ini adalah Esther Crawford, seorang eksekutif yang sempat viral karena tidur di kantor demi mengejar target. Tak hanya itu, Musk juga mengubah aturan moderasi konten, yang membuat banyak pengiklan menarik diri karena khawatir platform ini akan menjadi sarang disinformasi dan ujaran kebencian.

Lingkungan Kerja yang Toxic

Setelah perubahan besar-besaran, suasana kerja di X menjadi semakin tidak kondusif. Lingkungan kerja yang toxic tidak dapat dihindari. Karyawan yang tersisa mengeluhkan tekanan berlebihan dan janji-janji yang tidak ditepati. Bahkan, ada insiden di mana seorang insinyur dipecat hanya karena mengoreksi pernyataan Musk mengenai popularitasnya yang menurun.

Musk juga menghadapi berbagai tuntutan hukum, salah satunya akibat meminta mantan karyawan mengembalikan uang pesangon yang berlebihan. Penunjukan Linda Yaccarino sebagai CEO sempat diharapkan bisa meredakan kekacauan, tetapi kritik terhadap arah baru X tetap berdatangan.

Alih-alih mundur, Musk justru semakin agresif. Ia menuduh industri periklanan melakukan boikot ilegal dan menanggapi dengan gugatan hukum. Di sisi lain, ia mulai fokus pada ekspansi X menjadi platform multifungsi dengan layanan pembayaran online dan teknologi kecerdasan buatan.

Sebagai bagian dari strategi ini, Musk meluncurkan xAI, sebuah perusahaan yang berfokus pada AI. Terlepas dari segala gejolak yang ditimbulkan, investor besar seperti Sequoia Capital dan Fidelity Investments tetap percaya pada visi Musk.

Baca juga: Strategi Flash Sale agar Jualan Kamu Makin Untung selama Ramadan

Meski banyak yang meragukan, strategi Musk perlahan menunjukkan hasil. Valuasi X kembali naik hingga mencapai harga akuisisi awalnya pada Maret 2025, yaitu €41,8 miliar. Namun, Musk masih harus menghadapi tantangan besar, terutama dalam menangani utang besar yang diakumulasikan saat membeli Twitter.

Untuk mengatasi hal ini, Musk berencana menggalang dana baru sebesar €1,85 miliar. Dengan langkah ini, ia berharap dapat mengamankan masa depan X dan memperkuat sinerginya dengan xAI.

X dan xAI Bergabung

Akuisisi X oleh xAI menandai langkah penting dalam transformasi yang diinginkan Musk. Dengan lebih dari 600 juta pengguna aktif, Musk melihat potensi besar dalam menggabungkan teknologi AI dari xAI dengan jangkauan luas X. Ia mengklaim bahwa kombinasi ini akan menciptakan pengalaman yang lebih cerdas dan berarti bagi miliaran orang.

Namun, pertanyaan besar masih menggantung: apakah X bisa memenangkan kembali hati pengiklan dan pengguna yang telah pergi? Apakah diversifikasi bisnis ini benar-benar akan berhasil?

Ambisi Musk untuk menjadikan X sebagai platform multifungsi global memang sedang berjalan, tetapi masih belum jelas apakah itu akan menjadi tonggak utama dalam kerajaan digitalnya atau hanya eksperimen mahal lainnya.

Setelah Elon Musk menjual X, sepertinya ia sedang merayakan kemenangannya. Meskipun begitu, seperti yang sudah sering terjadi sebelumnya, selalu ada kemungkinan drama baru yang bakal terjadi selanjutnya.

  • Editor: Dini Adica
  • Sumber: Variety, Indian Defence Review
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE