Perhelatan ITU Telecom 2017 dimanfaatkan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara untuk menemui banyak pihak dan membuka banyak jejaring. ITU Telecom 2017 merupakan acara yang dinisiasi oleh International Telecommunication Union (ITU) sebagai suatu platform global percepatan inovasi-inovasi bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diadakan setiap tahun.
Dalam perhelatan yang diselenggarakan di Busan, Korea Selatan pada tanggal 25-28 September 2017 tersebut, Rudiantara melakukan pertemuan dan pembicaraan antara lain dengan pejabat ITU, perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan KT Telecom dan Kamar Dagang Korea Selatan.
Pertemuan bilateral dengan perusahaan telekomunikasi KT Telecom dilaksanakan pada hari Senin (25/9). Rudiantara menyebut pertemuan tersebut sebagai sebuah sharing knowledge mengenai pemanfaatan teknologi. “Saya dan KT Telecom berbicara bagaimana pemanfaatan teknologi, khususnya bagaimana jaringan tetap atau penerapan broadband berbasis kabel,” jelasnya.
Sementara pertemuan Menkominfo dengan François Rancy, Direktur Biro Radiocommunication ITU bertujuan untuk menyampaikan hal terkait Satelit Telkom-1. “Saya menemui Mr. François Rancy selaku Direktur Biro Radiocommunication ITU untuk lebih memastikan terjaminnya slot 108BT tetap aman untuk Indonesia,” ujar Rudiantara.
Sedangkan pada hari Selasa (26/9), Rudiantara diundang secara khusus oleh Ketua Kamar Dagang Korea Selatan di kantor Kamar Dagang Korea Selatan di Busan. Menkominfo menemui lebih dari 40 perwakilan perusahaan asal Korea Selatan yang tertarik dan ingin mengetahui iklim bisnis dan investasi di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, para anggota Kamar Dagang Korea Selatan sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai Indonesia yang sedang bertransformasi menuju era dunia ekonomi digital. Rudiantara menjelaskan mengenai upaya dan strategi pemerintah Indonesia yang saat ini terus membangun infrastruktur untuk menuju kesiapan kemapanan ekonomi pada tahun 2030.
Menkominfo menegaskan potensi Indonesia yang diprediksi mampu menjadi 5 kekuatan ekonomi besar di dunia dilihat dari tingkat Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Rudiantara juga menjelaskan kondisi Indonesia yang saat ini sedang dalam posisi bagus dilihat dari sisi daya tarik investasi.