Indonesia Segera Punya Peraturan AI, Apa Pengaruh untuk Pelaku Bisnis?
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Berawal dari keinginan untuk menghadirkan media pembelajaran Quran yang bisa dinikmati banyak orang, Muhamad Sani mengembangkan Learn Quran, sebuah aplikasi mobile untuk belajar mengaji. Pengembangan aplikasi sudah dimulai sejak tahun 2013 ketika dirinya bergabung dengan PT Badr Interactive, namun baru diseriusi pada tahun 2015.
Saat ditemui Digination.id di kantornya di Depok, CEO sekaligus pendiri Learn Quran tersebut menuturkan ia memiliki visi untuk mempunyai alat pembelajaran Quran terbaik di dunia. Sehingga dalam pengembangan Learn Quran kemudian difokuskan pada empat misi, yakni agar para pengguna bisa belajar membaca, menghafal, memahami, dan mengimplementasikan Quran dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekarang kan zamannya aplikasi. Kita berpikir bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan masyarakat belajar Quran. Kebutuhannya sama tapi dengan teknologi yang lebih baru sehingga lebih efektif bahkan juga lebih efisien dan lebih cepat dibandingkan dengan metode lainnya,” terang Sani ketika ditanya mengapa memilih membuat aplikasi belajar mengaji.
Dengan teknologi, lanjut Sani, mampu memaksimalkan potensi dan peluang. Jika seorang guru mengaji hanya bisa mengajar maksimal ribuan murid dalam satu tahun, maka dengan menggunakan teknologi ia bisa mengajar ribuan bahkan ratusan ribu murid dalam satu hari.
Ia juga menilai penggunaan teknologi dalam pembelajaran Quran mampu menghasilkan pembelajar yang lebih berkualitas. “Selama ini belajar Quran kan tergantung gurunya. Kalau dapat gurunya bagus ya Alhamdulillah. Tapi apa kabar dengan saudara-saudara kita di pedalamaan? Mungkin mereka nggak punya akses ke guru-guru lulusan LIPIA dan UIN. Akhirnya yang ngajar tetangganya yang belum tentu bagus bacaaannya.”
“Di Learn Quran, contohnya pengisi suara ini kita audisi nggak sembarangan, yaitu Alhafid Muhammad Saihul Basyir yang pernah juara 2 Musabaqah Tilawatil Quran di Kuwait. Di Indonesia dia sudah biasa ngajar makhraj dan tahsin, jadi bacaannya benar dari segi makhraj dan tajwid. Learn Quran ini jadinya menjamin juga yang didengar oleh pengguna itu bacaannya pas,” terangnya.
Setelah belajar teori dan berlatih, pengguna dapat mengukur kemampuan lewat fitur tes. Tes ini berbentuk pilihan ganda serta berupa merekam bacaan Quran yang diujikan. Dibandingkan aplikasi sejenis, Learn Quran memiliki kelebihan berupa konten yang digarap serius oleh ahli pembelajaran Quran.
Sani yang juga lulusan S2 jurusan Mobile Design Engineering di Universy of Glasgow, Inggris, mengungkapkan awal mula merintis Learn Quran tim yang membantunya masih bisa dihitung dengan jari dan masih berstatus freelance, hingga saat ini timnya sudah berjumlah 11 anak-anak muda yang berperan sebagai programmer, IT developer, desainer, pemasaran, dan lain-lain.
Saat ditanya mengenai sumber dananya, Sani mengungkapkan modal awal Learn Quran berasal dari PT Badr Interactive. Kemudian Sani menawarkan kepada lembaga yang memiliki kesamaan visi untuk berinvestasi, yaitu Fusi Foundation dan lembaga ZISWAF (Zakat Infak Sedekah Wakaf). Selain dari investor, sumber pendanaan lain juga berasal dari iklan. “Namun untuk iklan ini kita filter. Untuk kategori yang sensitif bahkan abu-abu tidak kita terima,” jelas Sani.
Tembus Pasar Global
Setelah hampir lima tahun berdiri, hingga awal tahun 2018 aplikasi Learn Quran telah diunduh oleh lebih dari 1,1 juta orang dari seluruh dunia dengan rating 4,7 . Bahkan startup yang berbasis di Depok tersebut mendapatkan penghargaan sebagai aplikasi Muslim paling inovatif di dunia yang diberikan oleh UmmahWide pada tahun 2017.
Uniknya, mayoritas pengguna aplikasi Learn Quran bukan berasal dari Indonesia melainkan India dengan jumlah pengguna sekitar 200.000, disusul oleh Indonesia, Pakistan dan Saudi Arabia dengan jumlah pengguna lebih dari 40.000 di masing-masing negara. Sisanya berasal dari Nigeria, Amerika Serikat, Inggris, Malaysia, dan telah menyebar ke 200 negara di seluruh dunia.
Sani menjelaskan bahwa jumlah pengguna Learn Quran berbanding lurus dengan jumlah penduduk muslim. “Warga muslim di India kan memang banyak jadi wajar kalau banyak yang pakai,” tuturnya. Ketika ditanya kenapa fokus ke pasar global, ia mengatakan, “Mindset kita memang luar negeri jadi kami memprioritaskan pengembangan ke luar negeri. Apalagi bisa mendatangkan devisa untuk negara,” jelasnya.
Kini, Sani terus berupaya mencari strategi untuk semakin mengenalkan Learn Quran ke seluruh dunia. Ia berharap, aplikasi Learn Quran bisa menjadi aplikasi pembelajaran Quran di seluruh dunia. Saat ini ia bersama timnya juga telah meluncurkan Learn Quran Tafsir yang merupakan website penyedia tafsir Quran terlengkap dengan desain yang mudah digunakan.
Mengakhiri pertemuan dengan Digination.id, pemuda berusia 28 tahun tersebut mengungkapkan keinginannya untuk terus memanfaatkan ilmunya bagi banyak orang. “Kita nggak tahu teknologi apa nanti yang akan datang ke depan. Namun bagi saya pertama, kuasai teknologinya. Kedua, bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi itu untuk menawarkan solusi yang baik bagi kebutuhan-kebutuhan yang ada saat ini,” tutup Sani.
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB